• alFiqr

    Hamba hanyalah seorang yang miskin (faqir) ilmu, yang ingin terus mencari beberapa tetes air di tengah kekeringan dengan harapan agar dapat menghilangkan dahaga orang yang kehausan
  • Thanks for visiting my blog

BPIH Tak Mau Kalah dengan BBM

Semenjak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) kita ketahui bahwa banyak sekali barang-barang yang harganya juga naik, bahkan bahan kebutuhan pokok pun berada di garis depan dalam kenaikannya. Masyarakat yang mempunyai hasil pas-pasan kini harus lebih giat agar mereka dapat memenuhi kebutuhan keluarganya, namun kenyataannya masih banyak yang cukup hanya untuk perut saja.

Kini, nampaknya tidak hanya masyarakat “yang pas-pasan” saja yang merasakan dampak kurang baik, tapi juga mereka yang akan melakukan ibadah yang merupakan rukun Islam kelima, yaitu ibadah haji. Ongkos Naik Haji (ONH) atau yang sekarang dikenal sebagai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), pada tahun ini naik sekitar 25% atau berkisar antara 30 juta hingga 33 Juta Rupiah dari biaya sebelumnya yang hanya sekitar 26 juta hingga 28 juta.

Keberangkatan ibadah haji pada tahun 1429 H ini berbeda dengan yang lalu, karena pada penerbangan mendatang akan dilakukan per-embarkasi bukan per-zona sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Namun, maskapai penerbangan yang akan digunakan tidak ada penambahan, hanya dua maskapai yakni Garuda dan Saudi Arabia Air Lines. Jemaah yang berasal dari Banda Aceh, Padang, Palembang, Solo, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Jakarta, juga sebagian Surabaya akan diangkut oleh maskapai dalam negeri kita, Garuda Indonesia, sebanyak 107.465 jemaah yang terbagi menjadi 301 kloter. Sedangkan Jawa Barat, Medan, Batam, dan sebagian Surabaya lainnya akan diangkut oleh Saudi Arabia Airlines dengan jumlah jamaah sebanyak 86.000 yang terbagi dalam 192 kloter.

Kuota haji Indonesia tahun 2008 ini dipastikan sebanyak 207 ribu jamaah dengan perincian 191 ribu jamaah reguler dan 16 ribu jamaah haji khusus. Terkait dengan bimbingan jamaah haji, Depag mulai 2008 ini juga akan semakin intensif menggalakkan peran Kantor Urusan Agama (KUA) di setiap kecamatan. Karenanya, pihaknya akan menambah biaya operasional di setiap KUA dari Rp 3 juta menjadi Rp 5 juta.

Pernah Rasulullah menyinggung tentang masa yang akan datang bahwa sebagian besar umat beliau pergi ke tanah suci Makkah hanya untuk berlibur saja. Harapan yang sekarang ada adalah memohon agar hamba Allah yang berangkat untuk melaksanakan hajinya benar-benar dipanggi olehNYA untuk beribadah kapadaNYA.

Mudah-mudahan dengan kenaikan biaya keberangkatan ibadah haji mendatang tidak akan menyurutkan niat umat Islam yang ingin menunaikan rukun Islam yang kelima ini, dan semoga dengan keikhlasan hati yang tulus akan membawa kepada haji yang mabrur. Amien.

Info dari beberapa sumber.

Demo Anarkis?? Cari Dalangnya!! Korupsi?? Gimana Bagusnya aja deh…

Belakangan ini marak sekali kegiatan yang dinilai anarkis. Mahasiswa yang katanya sebagai generasi penerus tanpa sengaja membuat jati diri yang terus menerus update. Layaknya sebuah produk atau program, jika di-update tentunya akan semakin bagus karena sebelumnya pasti ditemukan kekurangan dari berbagai sisi. Namun, apakah yang dimaksud update jati diri ini sesuai dengan yang diinginkan atau tidak, itu mungkin kembali kepada pandangan kita masing-masing.

Demo yang belum lama terjadi yang dituding sebagai “demo anarkis” membuat berbagai macam dampak. Ada yang mendukung, mengecam, bahkan banyak yang tidak peduli. Berbagai macam polemik di tengah masyarakat bukannya semakin hari semakin berkurang, namun yang terjadi malah sebaliknya. Pagar yang dirusak, mobil yang dibakar, bahkan sempat terdengar ada pasien kritis yang meninggal di ambulan karena terjebak kemacetan yang disebabkan oleh demo tersebut.

Saran dari dokter yang biasa kita dengar “lebih baik mencegah dari pada mengobati”. Sebuah penyakit jika diagnosanya telah benar, maka terdaftarlah banyak larangan-larangan untuk si pasien agar keluhannya tidak terulang lagi di hari kemudian. Anarkisme mungkin bisa dikategorikan sebuah penyakit yang belum sempat dibuat diagnosanya yang mana dari dulu terus-menerus diobati saja.

Berbeda dengan maraknya kreativitas wakil kita sekarang, sepertinya hanya sebagian kecil yang memang betul-betul sadar bahwa mereka adalah wakil kita. Belum lagi dengan kreativitas yang sangat terorganisir, seakan-akan mereka memang sudah melupakan ketuanya yaitu kita sebagai rakyat. Ada kalanya mereka menyenangkan hati kita, namun ujung-ujungnya ternyata agar dia lebih “senang”.

Jika ada kegiatan anarkis, langsung dengan tindakan sigap aparat pemerintahan rame-rame mencari kambing hitam. Namun jika beberapa dari mereka melakukan korupsi, eh kambing yang sudah terlihat agak hitam malah berusaha diputihin lagi. : (

Jika kita ternyata tidak bisa berbuat apa-apa (karena memang mereka yang berkuasa) tidak ada salahnya kita dengan tulus mendo’akan Negara ini agar tidak melahirkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dalam kehidupannya.