• alFiqr

    Hamba hanyalah seorang yang miskin (faqir) ilmu, yang ingin terus mencari beberapa tetes air di tengah kekeringan dengan harapan agar dapat menghilangkan dahaga orang yang kehausan
  • Thanks for visiting my blog

SEDIKIT TIPS UNTUK MERAIH KETENANGAN

Hilangkan prasangka buruk

Terkadang, kita sebagai seorang manusia tidak pernah luput dari kekhilafan. Ada kalanya kekhawatiran muncul begitu saja, baik itu kekhawatiran yang memang kita ketahui alasannya, maupun tidak dan bahkan tidak jarang kita belum mengetahui hal apa sebenarnya yang sedang dikhawatirkan tersebut. Sebuah prasangka dapat diartikan juga perkiraan, menduga-duga, atau tebakan yang memang belum tentu kebenarannya. Prasangka yang kita telah kenal ada dua, yaitu prasangka baik dan buruk. Dalam hal ini saya mengkhususkan pada prasangka buruk, yaitu pada apa yang sedang dikhawatirkan. Mengapa?

Karena tidak bisa dipungkiri kalau prasangka buruk selalu menimbulkan kekhawatiran, apalagi prasangka yang terus-menerus pastinya juga akan menimbulkan kekhawatiran yang berkesinambungan. Jadi salah satu hal yang mesti dilakukan untuk menjaga fikiran selalu tenang adalah jangan pernah suudzhan terhadap apapun, dan tentunya selalulah sebaliknya (husnuldzhan).

Selalu ingat amanah

Dalam masyarakat biasanya ada orang yang memang diberikan lebih, cukup, ataupun kurang. Sebenarnya, kategori tersebut merupakan hanya anggapan manusia semata. Sekarang, coba kita renungkan sejenak, apa yang diberikan Allah kepada kita apakah memang ”lebih”, ”kurang”, atau sudah ”cukup”??

Yang sebaiknya kita fikirkan adalah kata ”pantas”. Kita telah dianggap Allah pantas mendapatkan itu (baik dalam hal harta, kedudukan, fisik, dan sebagainya). Allah menganggap hanya kita-lah yang mampu menyandang amanah tersebut. Jadi bagaimana mestinya kita menjaganya, itulah yang harus kita renungkan. Misalnya orang yang kaya, memiliki fisik yang sempurna, mungkin Allah menganggap dia akan bisa menjaga amanah tersebut, jika dia tidak mampu maka Allah telah menetapkan apa yang mesti ia dapatkan. Sebaliknya seandainya kita diberikan Allah jabatan di dunia sebagai orang miskin dan fisik yang serba kekurangan, maka Allah telah menganggap hanya kita-lah yang memang mampu menerima amanah tersebut. Sudahkah kita jalankan amanah yang diberikan secara benar?? Jawablah dengan hati kita sendiri.


Jangan melihat orang lain

Jika kita melihat orang yang ”lebih” dari kita (dalam hal apa saja) tanpa sengaja hati kita biasanya berkata ”seandainya saja aku juga demikian”.

Ada beberapa hal yang memang perlu kita lihat dari orang lain, dan tentunya itu dalam hal kebaikan. Contohnya jika kita melihat orang yang lebih rajin beribadah daripada kita, orang yang lebih pintar daripada kita, ataupun orang yang lebih beruntung daripada kita. Perlu kita ingat bahwa iri dalam hal yang ma’ruf itu sangat dianjurkan dalam kehidupan, namun jika iri kita itu diiringi dengan sifat dengki maka hilanglah manfaat dari niat baik yang terkandung di dalamnya.

Tidak jarang seseorang menjadi gusar hati dan fikirannya jika melihat orang lain – katakanlah tetangganya – lebih dari yang dia miliki, khususnya dalam hal keduniaan. Mulai sekarang cobalah untuk selalu mensyukuri apa yang kita peroleh dan tidak usah melihat kepada orang lain.

Selalu berusaha, bertawakkal kepada Allah & bersabar

“Layukallifullahunafsan illa wus’aha” (Allah tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan hambaNYA).

Dalam menjalani kehidupan terkadang kita selalu bertawakkal kepada Allah, namun yang sering kita abaikian adalah berikhtiyar atau berusaha dengan sekuat tenaga. Banyak dari kita yang inginnya selalu instan namun sesuai dengan apa yang diharapkan dan jika kemudian gagal maka gerutu yang tidak terbatas tercurahkan dari mulut kita.

Jika kita mempertahankan sikap tersebut, mustahil jika fikiran kita akan tenang. Langkah yang kita ambil pertama kali adalah berusaha semampunya dengan niat sempurna yang telah tertanam. Kemudian bertawakkal, yakni dengan menyerahkan segalanya kepada Allah hasil yang sudah kita ikhtiyarkan. Selanjutnya jika hasil tersebut jauh sekali dari apa yang kita harapkan, di sinilah kesabaran kita harus berperan. Yakinlah bahwa Dia mempunyai rencana lain yang memang lebih baik dari yang kita harapkan.

Berdo’a dengan tulus dan optimis

Hal terakhir ini sebenarnya pokok pemecahan dari semua masalah. Hal ini dilakukan tidak hanya pada awal saja sebagai do’a permohonan, atau pada saat menghadapi sesuatu, ataupun hanya pada saat setelah mendapatkan yang diinginkan sebagai do’a puji syukur. Namun, do’a harus ditanamkan setiap saat di dalam hati kita. ”Ainamakuntum” (dimana pun kamu berada), begitulah yang biasa kita dengar. Di mana saja kita berada yakinlah bahwa Allah selalu beserta kita. Suatu keharusan diri kita masing-masing untuk menanamkan pada hati dan fikiran untuk selalu optimis. Karena sugesti optimis tersebut akan membuat semangat yang tidak akan membuat kita goyah karena keraguan, termasuk juga optimis dalam berdo’a. Karena Allah telah menjanjikan untuk selalu berdo’a kepadaNYA dan niscaya Dia kabulkan.

Inilah kiranya beberapa tips yang bisa dilakukan dengan niat mencari ketenangan dalam fikiran dan kehidupan kita. Masih banyak cara jitu yang bisa menjadi pilihan dalam mengarungi hidup ini. Namun hal terpenting yang mesti diingat, hal sekecil apapun itu jika tidak kita terapkan maka tidak akan ada artinya. Semoga bermanfaat.

One Response

  1. thanks atas tips-tips tue.. = )

Leave a Reply