• alFiqr

    Hamba hanyalah seorang yang miskin (faqir) ilmu, yang ingin terus mencari beberapa tetes air di tengah kekeringan dengan harapan agar dapat menghilangkan dahaga orang yang kehausan
  • Thanks for visiting my blog

KENTANG BUSUK dan MARHABAN YA RAMADHAN 1429 H

Suatu ketika, ada seorang guru yang meminta murid-muridnya untuk membawa satu kantung plastik bening ke sekolah. Ia lalu meminta setiap anak untuk memasukkan beberapa butir kentang di dalamnya. Setiap anak diminta untuk memasukkan sebuah kentang, untuk setiap orang yang tak mau mereka maafkan.

Mereka diminta untuk menuliskan nama orang itu, dan mencantumkan tanggal di dalamnya. Ada beberapa anak yang akhirnya memiliki kantung yang ringan, walau banyak juga yang memiliki kantong plastik kelebihan beban.

Mereka diminta untuk membawa kantung bening berisi kentang itu siang dan malam. Ke mana saja, kantong  itu harus mereka bawa, selama seminggu penuh. Kantung  itu, terus berada di sisi mereka kala tidur, di letakkan di meja saat belajar, dan ditenteng saat berjalan. Lama-kelaman kondisi kentang itu makin tak menentu. Banyak dari kentang itu yang membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap. Hampir semua anak mengeluh dengan pekerjaan ini. Sampai akhirnya waktu satu minggu ini pun usai.

Diantara semua anak itu agaknya banyak yang memilih untuk membuang kentang-kentang busuk itu daripada menyimpannya terus menerus.

Membawa beban sesungguhnya sangat tidak menyenangkan. Memaafkan adalah pekerjaan yang lebih mudah, daripada membawa beban kemana saja kita melangkah. Ada harga yang harus kita bayar untuk sebuah kepahitan yang kita simpan, dan dendam yang kita genggam terus menerus. Getir, berat, dan aroma yang tak sedap, itulah nilai yang akan kita dapatkan saat memendam amarah dan kebencian. Memaafkan mungkin adalah hadiah bagi orang yang kita beri maaf.Namun, pemberian itu, adalah juga hadiah buat diri kita sendiri: hadiah untuk sebuah kebebasan dari rasa tertekan, rasa dendam, rasa amarah, dan kekotoran hati.

Kebesaran hati adalah keberanian untuk mengakui kesalahan, Kelapangan hati adalah kesediaan untuk memaafkan…Rekan-rekanku semua saya kirimkan tulisan di atas dengan penuh ketulusan cinta persahabatan dan kejernihan hati kepada siapapun. Khususnya bagi siapapun yang sempat berinteraksi dengan saya. Hanya tulisan dan kata-kata tersebut yang bisa saya berikan saat ini, untuk menyambutBulan Suci Ramadhan 1429 H tahun ini. Hanya sekedar tulisan dan kata-kata namun mempunyai makna yang dalam untuk saling memaafkan agar beban berat kita hilang dan ibadah kita di bulan suci ramadhan ini dapat raih rahmat, ampunan dan berkahNya serta kitapun bisa menjadi lebih baik dari hari kemarin dan menjadi insan bertaqwa. Amiin.

Rekan-rekanku semua izinkan tulisan ini sebagai perantara untuk menyambung kembali tali silaturahim / ukhuwah islamiyah / hubungan persaudaraan yang sempat retak, menyambung kembali komunikasi antara Kita yang barangkali sempat terputus, mungkin dikarenakan kesalahan fahaman, dengki, pengkhianatan, janji yang tak terpenuhi, kata-kata yang menyinggung perasaan, canda tawa yang berlebihan, kesombongan,pertengkaran, saling bermusuhan, bahkan diam-diam memendam kesal biarkan semua lebur, terbang berlalu bersama angin seperti terbangnya pasir-pasir terbawa angin. Sebagai manusia biasa, tak ada yang sempurna karena kesempurnaan hanya milikNya dan sebagai manusia biasa tak bisa lepas dari kesalahan “Tak ada  sesuatu yang membuat kita bertumbuh kecuali dengan belajar, kesalahan adalah penuntun kearah kesempurnaan dan tempaan itulah yang membuat kita besar.” Maka, hari ini, kita saling berbagi maaf, senyum, salam, sapa dan  hapus segala kesalahan yang pernah terjadi dengan saling memaafkan dan bersama kita songsong ramadhan 1429 H.

diambil dari email yang dikirim teman.

Leave a Reply